Home

Sosial

GENERASI YANG TERMARJINALKAN

Mohamad Iyos Rosyid /  SKPM 46

            Setiap tanggal 2 Mei, bangsa Indonesia selalu memperingati hari pendidikan. Pendidikan merupakan wadah bagi warga Indonesia khususnya untuk meningkatkan kualitas hidup agar menjadi manusia yang mempunyai karakter lebih baik. Bahkan bangsa Indonesia membuat UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang mengamanatkan, setiap warga negara yang berusia 7-15 tahun wajib mengikuti pendidikan dasar. Dalam Pasal 34 Ayat 2 disebutkan pemerintah pusat dan pemerintah daerah menjamin keterselenggaraan wajib belajar minimal pada jenjang pendidikan dasar, tanpa memungut biaya.

Namun fakta yang ada sebagian anak-anak belum bisa merasakan nikmatnya pendidikan, padahal pendidikan sudah digratiskan bagi mereka yang ingin bersekolah. Pada Gambar 1 ini terlihat jelas bahwa kebebasan yang dimiliki oleh anak-anak kurang begitu dirasakan, terkadang orang tuanya sendiri yang bahkan mengeksploitasi kebebasan anak tersebut, faktor ekonomi keluarga merupakan salah satu penyebab mereka memilih untuk hidup dijalanan dari pada bersekolah. Hal ini pula menyimpang dari kebebasan hak anak. Coba kita amati dan lihat di pinggiran lampu merah Jl. Pajajaran Bogor mulai dari pukul 08.00-16.00 Wib, banyak aktifitas anak-anak kecil mulai dari mengemis bersama orang tuanya di jalanan, berjualan angsongan, mengamen, dan berdagang. Tidak menutup kemungkinan para orang tua sengaja mengajak anaknya untuk mengemis atau bahkan berjualan, karena mungkin itu adalah bagian dari strategi mereka untuk mendapatkan uang, agar mereka dikasihani atau di empati oleh orang lain. Tanpa disadari orang tua mereka telah menutup kebebasan anak-anaknya untuk bersekolah. Mereka menganggap meski sekolah gratis namun untuk keperluan sehari-hari membutuhkan biaya, jangankan untuk membeli buku, demi mencukupi kebutuhan sehari-harinya mereka sangat keteteran (Susah untuk membeli makanan). Kejadian semacam ini, bukan hanya ada di Bogor saja, melainkan masih banyak di kota-kota atau daerah lainnya yang ada di Indonesia.

Percuma pemerintah membuat peraturan Undang-Undang, yang idealnya sebagai landasan agar menjadikan bangsa ini menjadi orang yang berkualitas, dan menjadi generasi yang lebih baik, apabila Undang-Undang tersebut masih belum ideal, karena masih ada sebagian warga negara Indonesia yang terpinggirkan hak dan kebebasan untuk merasakan dunia pendidikan. Selain itu juga, kepedulian pemerintah kepada orang yang terpinggirkan terkadang tidak memihak sepenuhnya, hal ini banyak terbukti dari program yang diberikan oleh pemerintah tidak bersifat sustain. Karena berbeda pemimpin berbeda pula kebijakan yang dijalankan oleh pemerintah setempat, tanpa memikirkan keberlanjutan dari program yang sebelumnya.

Seharusnya untuk memperingati hari pendidikan ini, Pemerintah Daerah perlu meninjau dan memberikan solusi yang konkrit yang sekiranya dapat membantu perekonomian mereka agar kebebasan anak dapat mereka rasakan, karena bagaimanapun juga mereka adalah generasi penerus bangsa, pewaris negeri ini, jangan sampai mereka termarjinalkan. Disinilah perlunya kedewasaan dalam menganalisis permasalahan jangan sampai hal yang kecil ini tidak ditinjau atau bahkan dibiarkan begitu saja tanpa ada rasa kepedulian. Selain itu juga pemerintah harus membantu mereka dengan pendekatan bottom up, dan pemberian pembekalan keahlian supaya mereka tidak lagi mengemis, atau berjualan dijalan, dan menggangu ketertiban lalu lintas. Program yang dikeluarkan harus bersifat sustain, jangan sampai program yang dibuat berhenti begitu saja tanpa ada keberlanjutan Selain itu juga peran partisipasi dari berbagai stakeholders seperti Organisasi Keagamaan, Yayasan, Organisasi Masyarakat, LSM, dsb sangat penting untuk kepedulian masa depan anak tentunya membantu anak-anak untuk melanjutkan pendidikan, karena majunya suatu bangsa dipengaruhi oleh kualitas Sumber Daya Manusia yang lebih baik, salah satunya pendidikan.

4 Comments (+add yours?)

  1. cedifaalona
    May 23, 2011 @ 10:45:34

    gila gila gila… keren keren keren gaul gaul gaul bang yos bang yos, semangat dahhh… dunia sosial emg g prnh mati… ^^

    Reply

    • mohiyosrosyid91
      Jun 13, 2011 @ 02:13:42

      Makasih cerifa atas masukannya. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi teman2..

      Reply

  2. desi purnamasari
    Jun 08, 2011 @ 03:41:41

    masalah ini belum begitu teratasi karena masih kurangnya sosialisasi antara pemerintah dan masyarakat….
    dari pihak masyarakat pun belum ada banyak kesadaran betapa pentingnya pendidikan, baik bagi usia dini ataupun dewasa….
    masyarakat masih banyak menggantungkan diri terhadap kemajuan negara lain….
    untuk mengatasi masalh ini sebaiknya lebih di perbanyak sosialisasi dan komuniksasi….

    Reply

    • mohiyosrosyid91
      Jun 13, 2011 @ 02:12:35

      Makasih banyak desy, atas masukannya.. Memang sosialisasi sebagai salah satu solusi juga untuk memperhatikan masyarakat yang termarjinalkan..

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: