SEJARAH ORGANISASI KEPEMUDAAN GENSI (GENERASI SIMPANG)

Oleh:

Mohamad Iyos Rosyid, S.KPm (MIR Yosa Albantani)

Mohamad Iyos Rosyid, S.KPm

 

Sketsa Peta Wilayah Kampung Simpang, Desa Sukamanah dan Desa Cilangkahan.

Sketsa Peta Wilayah Kampung Simpang, Desa Sukamanah dan Desa Cilangkahan.

            Kampung Simpang merupakan wilayah yang sangat strategis dan menawan. Wilayah yang ramai dan menjadi tempat lalu lalang masyarakat dalam melakukan berbagai aktivitas. Saat ini Kampung Simpang diapit oleh dua desa yaitu Desa Cilangkahan dan Desa Sukamanah, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, Banten. Dibatasi oleh jalan provinsi sebagai jalur lalu lintas masyarakat. Kampung yang mempunyai sarana dan prasarana yang lengkap ini menjadi daya tarik masyarakat untuk bermukim di Kampung Simpang. Sarana dan prasarana ini meliputi, pasar simpang, toko perbelanjaan seperti Indomaret dan Alfamart, pabrik mobil, pom bensin, dan pantai Talanca yang secara aset masuk pada wilayah Kampung Simpang.

            Karakteristik masyarakat Kampung Simpang merupakan masyarakat yang dinamis dan mampu menerima perubahan yang sifatnya ke arah yang lebih positif. Pada tahun 1989 Kampung Simpang terkenal dengan komunitas GENSI (Generasi Simpang) yang di pelopori oleh Almarhum Lurah Sudin, Almarhum Lurah Udin, dan para tokoh-tokoh Kampung Simpang. Mereka mendirikan komunitas GENSI agar para pemuda berperan aktif dalam setiap kegiatan positif kepemudaan.

            Dieranya komunitas GENSI ini bergerak dibidang olahraga dan hanya terfokus pada satu bidang olahraga yaitu olahraga sepak bola. Puncaknya pada tahun 1994 team yang digerakan oleh pemuda yang bernama Eji Mardiana, Beben, dan lain-lain memperoleh juara I pada pertandingan sepak bola antar kecamatan. Disanalah nama komunitas GENSI (Generasi Simpang) mulai terkenal dan mempunyai nama serta bergaining position yang tinggi (posisi tawar yang menjual). Hampir di setiap pelosok desa yang ada di Lebak Selatan mulai memperhitungkan kiprah komunitas GENSI.

            Kejayaan tersebut meninggalkan sejarah di dalam komunitas GENSI. Adanya dua matahari (ingin menjadi pemimpin) menjadi salah satu penyebab terpecahnya komunitas GENSI. Selain itu juga, hilangnya loyalitas, dan tidak adanya pondasi (rasa cinta dan ideologi) dalam membangun komunitas GENSI menjadi penyebab terpecahnya komunitas GENSI. Ditambah lagi, komunitas GENSI yang dulunya di bangun hanya bersifat partisipasi (ikut serta). Sehingga pudar dan menghilangnya nama komunitas GENSI diera tahun milenium (2000-an).

            Kejayaan yang pernah ditorehkan tersebut tidaklah berjalan dengan mulus. Dinamika kemasyarakatan mulai muncul. Ada yang ingin berperan menjadi pemimpin baru dan mulai memudarnya loyalitas (kesetiaan) dalam membangun komunitas GENSI. Hingga terjadi konflik-konflik sehingga vakumnya (tidak aktif) organisasi GENSI ini. Sampai terpecah menjadi nama-nama komunitas lain yang ingin menyaingi komunitas GENSI.

            Perubahan zaman dan begitu pesatnya pembangunan yang berada di Kampung Simpang menciptakan karakteristik baru masyarakat dan pemuda Kampung Simpang. Mereka yang dulunya guyub atau kompak, solidaritas tinggi, dan semangat gotong-royong yang masih melekat. Hanyalah sebuah cerita masa lalu saat komunitas GENSI berjaya. Saat ini, justru menjadi salah satu permasalahan yang sangat penting yang harus dibahas terutama tentang karakter masyarakat yang individualis, terkotak-kotak, pergaulan yang menyimpang, tidak adanya pengarahan positif kepada pemuda-pemudi, dan memudarnya gotong-royong dikalangan masyarakat, pemuda-pemudi, dan warga Kampung Simpang.

            Melihat permasalahan yang sangat penting ini, mulai adanya kesadaran dari segelintir pemuda saat ini untuk menjadikan hal tersebut sebagai masalah bersama. Timbulah segelintir pemuda yang masih mempunyai jiwa peduli dan semangat kepemudaan untuk mengembalikan kejayaan Kampung Simpang yang terkenal dengan semangat gotong-royong yang tinggi, solidaritas yang tinggi, dan jiwa sosial yang masih melekat untuk mengembalikan kejayaan Kampung Simpang. Berawal dari obrolan secangkir kopi antara Parid Hudori, Beni Hudori (Bebenk), Asep Sujana S.IP, Mohamad Iyos Rosyid, S.KPm (MIR Yosa/ Penulis), Yosa Fairuz Rohmi, dan Ahmad Effendi (Ateng) untuk mengkompakan kembali kejayaan GENSI timbulah sebuah konsep yang progresif yaitu gagasan keorganisasian.

            Tokoh pemudi yang mempunyai peranan penting dalam menggagas keorganisasian GENSI yaitu Mega Mahardika, Risnawati, Putri Wulan Clara dan Tantri Latami. Gagasan tersebut diwujudkan dengan menggerakan para pemuda dan pemudi untuk berkumpul dan membuat organisasi yang disetujui oleh para sesepuh (Bapak K.H Nuh, Bapak H. Nana) atau tokoh masyarakat Kampung Simpang (Bapak Yusri selaku BPD Desa Sukamanah, Bapak Hanapi, Bapak Eman Ompong, dsb). Organisasi kepemudaan tersebut yaitu bernama Organisasi Kepemudaan Generasi Simpang (GENSI) jika disingkat yaitu OK GENSI. Terpilihlah Yosa Fairuz Rohmi sebagai salah satu ketua pertama di organisasi kepemudaan GENSI secara musyawarah dan mufakat yang disetujui oleh para sesepuh masyarakat Kampung Simpang. Yosa Fairuz Rohmi dipilih menjadi ketua yang pertama pada Organisasi Kepemudaan GENSI dari tahun 2015 – 2017.

              Akan tetapi, terbentuknya kepengurusan pada Organisasi Kepemudaan GENSI yang telah didirikan ini, pada prosesnya masih banyak kelemahan dan kekurangan. Terutama dalam proses legalitas (pengakuan resmi dari lembaga pemerintah) dan penguatan pondasi dan ideologi Organisasi Kepemudaan GENSI. Ketua Organisasi Kepemudaan GENSI yaitu Yosa Fairuz Rohmi mengajak dan meminta Mohamad Iyos Rosyid atau MIR Yosa (penulis) untuk ikut memikirkan dalam merumuskan penguatan pondasi dan ideologi Organisasi Kepemudaan GENSI.

            Yosa Fairuz Rohmi menilai MIR (penulis) sebagai sosok yang tepat dan mempunyai kemampuan dibidang kelembagaan. MIR membantu untuk membuatkan konsep dan ikut secara teknis sebagai penggerak yang membawa kemajuan kepada hal yang positif untuk Organisasi Kepemudaan GENSI. Apalagi Ia menilai bahwa MIR merupakan seorang pemuda Kampung Simpang, Desa Sukamanah, Malingping, Lebak-Banten yang mempunyai idealisme untuk membangun dan memajukan daerahnya sehingga sudah menjadi kewajibannya untuk ikut memikirkan kemajuan para pemuda.

            Ideologi Organisasi Kepemudaan GENSI (Generasi Simpang) yaitu bertaqwa kepada Allah SWT, memegang teguh pada Pancasila, menjunjung tinggi semangat gotong royong, dan menerapkan serta melaksanakan empat pilar Organisasi Kepemudaan GENSI. Maka legalitas pun mulai dibenahi seperti menyusun AD/ ART, Berita Acara pembentukan Organisasi Kepemudaan GENSI, SK Desa Cilangkahan, SK Desa Sukamanah, Surat Domisili dari Kecamatan, dan menerapkan pemahaman 4 pilar yaitu keolahragaan, keagamaan, kepemudaan, dan pemberdayaan pemuda (sosial dan kewirausahaan). Semua itu di dasari dengan tujuan untuk menciptakan rasa cinta dari para pemuda-pemudi Kampung Simpang. Meningkatkan semangat gotong-royong dan menciptakan solidaritas tinggi dari masyarakat Kampung Simpang.

            Legalitas Organisasi Kepemudaan GENSI mulai diresmikan pada tanggal 26 Maret 2015. Tercatat pada sejarah peradaban manusia bahwa GENSI yang dulunya komunitas kini menjadi sebuah Organisasi Kepemudaan. Ini menjadi hari kelahiran dan semangat baru untuk mewujudkan kejayaan di Kampung Simpang, Desa Sukamanah, dan Desa Cilangkahan, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Organisasi Kepemudaan GENSI merupakan organisasi pengkaderan dan kontinu agar ideologi GENSI terus berkibar demi kemajuan suatu daerah khususnya yang ada di Kampung Simpang, Umumnya di Kabupaten Lebak. Tentunya dibutuhkan dari semua pihak untuk terus memajukan dan memberikan kontribusi pada kemajuan Organisasi Kepemudaan GENSI.

            Perlu diingat oleh semuanya bahwa membuat organisasi dan meruntuhkan organisasi adalah hal yang sangat mudah. Akan tetapi, agar organisasi selalu ada (eksis) dan para pengurus mempertahankan kiprah dan kemajuan Organisasi Kepemudaan GENSI adalah hal yang sangat sulit dan memerlukan pengorbanan serta perjuangan baik ditataran rayon, anggota, kader, dan pengurus Organisasi Kepemudaan GENSI. Salah satu wujud kontribusi para pengurus agar keberadaan organisasi selalu diperhitungkan adalah dengan cara mencintai, loyal (setia) dan menjaganya untuk terus menorehkan prestasi dan karya positif bagi daerah yang kita cintai.

Komunitas GENSI dalam beraksi diturnamen Sepak Bola.

Komunitas GENSI dalam beraksi diturnamen Sepak Bola.

Organisasi Kepemudaan GENSI (Generasi Simpang) yang diakui legalitasnya oleh Pemerintah Kecamatan Malingping (Bapak Camat Sukanta) pada tanggal 26 Maret 2015.

Organisasi Kepemudaan GENSI (Generasi Simpang) yang diakui legalitasnya oleh Pemerintah Kecamatan Malingping (Bapak Camat Sukanta) pada tanggal 26 Maret 2015.

Mohamad Iyos Rosyid (Penulis) sedang menunjukan hasil karya dari masyarakat perahu yang ditulisi Simpang Kota pada acara Muludan pada tahun 2015 yang diselenggarakan oleh Organisasi Kepemudaan GENSI .

Mohamad Iyos Rosyid (Penulis) sedang menunjukan hasil karya dari masyarakat perahu yang ditulisi Simpang Kota pada acara Muludan pada tahun 2015 yang diselenggarakan oleh Organisasi Kepemudaan GENSI .

STRUKTUR KEPEMUDAAN SIMPANG

Logo Organisasi Kepemudaan GENSI (Generasi Simpang) / Logo GENSI

Struktur Kepengurusan Organisasi Kepemudaan GENSI 2015-2017

Struktur Kepengurusan Organisasi Kepemudaan GENSI 2015-2017 Desa Sukamanah dan Desa Cilangkahan, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak.